


Seperti biasanya kalau ditinggal mudik selalu saja tanemanku gak kopen. Memang nggak banyak tapi lumayanlan buat seger-seger balkon.
Meskipun udah nitip ama si sam "kalau ada waktu tolong siram tananam " salah kali ya pesennya, harusnya "punya waktu apa nggak harus disempatkan nyiram tanaman".
Yah..akhirnya resiko harus ditanggung yg kasih pesanan, pesanan pun lewat dengan sukses.
Syukur..setelah 2mgg terkena sentuhan tanganku, taneman (ada)yg terselamatkan, bahkan ada yg bertambah subur, anggrek pun kembali berbunga.
Karena saking suburnya, sampai-sampai ada yg pot nya overload ama taneman baru.
Untuk kembali mempercantik dan menghidupkan kembali tanaman, akhirnya aku harus menguatkan hati (*halah) untuk memisahkan anakan tanaman dari induk nya, untuk memberi ruang kepada mereka, membiarkan mereka survive dengan cara tersendiri.
Seperti juga kita sebagai orang tua, bila saatnya tiba nanti kita harus berani dan ikhlas melepaskan anak-anak dari dekapan kita. Memberi mereka ruang tersendiri untuk menentukan jalan hidup mereka dengan caranya sendiri. Karena mereka lebih tahu akan apa yg mereka inginkan. Kita hanya mampu memberi mereka jalan sebagai pembuka dan doa untuk mengiringi langkah mereka.
Memang berat tapi itulah kehidupan....